Pertemuan ke 3
PERENCANAAN DAN PERSIAPAN DALAM PUBLIC SPEAKING
Keberanian berbicara di depan umum merupakan hal utama yang sangat penting dalam public speaking. Seseorang akan sulit untuk berbicara di depan umum jika tidak memiliki keberanian. Selain persiapan mental public speaking, persiapan materi presentasi public speaking, kita juga harus menyiapkan Persiapan Tampil Sebagai Public Speaker.
Orang akan menjadi sangat gugup dan berbicara terbata-bata hingga berkeringat dingin jika tidak memiliki keberanian dalam dirinya sendiri untuk berbicara di depan umum.
Karenanya, dibutuhkan latihan dan persiapan sebelum melakukan public speaking.
Mengapa persiapan dan perencanaan itu penting ?
PERENCANAAN DAN PERSIAPAN
Planning atau perencanaan merupakan salah satu bagian dari 4P yang dapat membantu kamu lancar melakukan presentasi atau public speaking. Dengan perencanaan yang matang, maka kamu akan jauh lebih percaya diri dan terarah.
Pesiapan /prepare Bukan hanya merencanakan hal apa saja yang perlu kamu siapkan, kamu juga perlu bersiap untuk segala hal yang berfokus pada pengembangan rencana. Dengan prepare yang baik, kamu tidak perlu panik ketika ada kesalahan.
Memilih topik dan tujuan
1. Pertimbangkan Audiens.
2. Kenali Tujuan.
3. Identifikasi Area Minat.
4. Pertimbangkan Tingkat Kesulitan.
5. Tentukan Fokus Utama.
6. Pertimbangkan Kepentingan Umum.
7. Kaitkan dengan Pengalaman Pribadi.
8. Pertimbangkan Waktu yang Tersedia.
9. Tujuan yang Jelas.
MENGIDENTIFIKAS AUDIENS
Berikut adalah cara mengidentifikasi audiens dalam public speaking:
1. Demografi
2. Psikografi
Contoh:
Misalkan Anda adalah seorang pembicara yang akan berbicara tentang manfaat kesehatan dari latihan fisik di depan dua kelompok audiens yang berbeda:
1. Audiens Pertama: Kelompok Remaja
Demografi: Usia 15-18 tahun, campuran jenis kelamin, siswa SMA.
Psikografi: Minat dalam kebugaran, mungkin lebih tertarik pada aspek penampilan fisik.
Kebutuhan Komunikasi: Informasi yang menarik dan relevan tentang manfaat kebugaran untuk penampilan dan energi.
2. Audiens Kedua: Kelompok Dewasa Tua
Demografi: Usia 60 tahun ke atas, campuran jenis kelamin, mungkin pensiunan.
Psikografi: Lebih mementingkan kesehatan jangka panjang, mungkin memiliki ketidakpastian tentang olahraga di usia lanjut.
Kebutuhan Komunikasi: Informasi yang meyakinkan tentang manfaat kesehatan jangka panjang dari latihan fisik yang sesuai untuk usia mereka
PESONA DAN KESENANGAN
DEMONSTRASI HIPNOSIS
Hipnosis panggung adalah hipnosis yang dilakukan di depan penonton untuk tujuan hiburan, biasanya di teater atau klub. Pertunjukan hipnosis panggung modern biasanya menampilkan pertunjukan komedi dan bukan sekadar demonstrasi untuk mengesankan penonton dengan kekuatan persuasi. Efek nyata dari amnesia , perubahan suasana hati dan halusinasi dapat ditunjukkan pada presentasi normal. Pertunjukan hipnosis panggung sering kali mendorong penonton untuk melihat lebih jauh manfaat hipnotisme.
Penyebab perilaku yang ditunjukkan oleh sukarelawan dalam pertunjukan hipnosis panggung masih menjadi perdebatan. Beberapa orang menyatakan bahwa ini menggambarkan keadaan kesadaran yang berubah (yaitu, "trans hipnosis"). Yang lain berpendapat bahwa hal ini dapat dijelaskan oleh kombinasi faktor psikologis yang diamati dalam lingkungan kelompok seperti disorientasi, kepatuhan , tekanan teman sebaya , dan sugesti biasa . Beberapa pihak lain menyatakan bahwa penipuan juga berperan dalam hal ini.
Tujuan hipnosis
1. membawa hiburan dan keceriaan kepada kelas
2. Memperlihatkan bagaimana hipnosis panggung bekerja
3. Meningkatkan pemahaman tentang komunikasi non-verbal dan daya sugesti
Berikut adalah beberapa alasan mengapa komunikasi non-verbal sangat penting dalam hipnosis panggung:
1. Penggunaan Bahasa Tubuh: Bahasa tubuh, termasuk gerakan tangan, postur tubuh, dan ekspresi wajah, digunakan oleh hipnotis untuk menginduksi relaksasi dan sugesti pada sukarelawan.
2. Kontak Mata: Kontak mata yang kuat dan tepat waktu dapat memengaruhi perhatian sukarelawan.
3. Intonasi Suara: Intonasi suara dan tempo berbicara juga merupakan elemen penting dalam komunikasi non-verbal.
4. Perhatian terhadap Detail: Hipnotis harus memperhatikan detail komunikasi non-verbal sukarelawan.
5. Kreativitas dan Permainan Visual: Dalam hipnosis panggung, hipnotis sering menggunakan imajinasi dan visualisasi.
6. Kepercayaan dan Kepastian: Komunikasi non-verbal yang meyakinkan dan penuh kepercayaan dapat membantu sukarelawan merasa aman dan percaya pada hipnotis.
7. Entertainment Value: Dalam hipnosis panggung, komunikasi non-verbal juga berperan dalam unsur hiburan pertunjukan
Komentar
Posting Komentar