Pertemuan 7

1. PEMANIS BAHASA

Gaya bahasa yang menarik - Retorika

Retorika berkaitan dengan seni berbicara secara efektif. Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar istilah retorika? Politik, kampanye, atau pidato? Ya, retorika memang berkaitan dengan hal-hal tersebut, tapi sejatinya retorika adalah keterampilan berbicara secara umum di depan publik.

Dalam hal ini, kita akan mempelajari lebih lengkap tentang pengertian retorika, tujuan dan fungsinya, serta strategi penyusunannya. Sebab, penyusunan retorika yang benar dan tepat dapat membuat pesan yang disampaikan lebih efektif menggugah para pendengar.

Retorika adalah 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), retorika adalah keterampilan berbahasa secara efektif. Selain itu, retorika juga dipahami sebagai studi pemakaian bahasa secara efektif dalam karang-mengarang. Pengertian lainnya, retorika adalah seni berpidato yang muluk dan bombastis.

Sementara itu, mengutip situs garuda.kemdikbud.go.id, retorika adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari atau mempersoalkan tentang bagaimana cara berbicara yang mempunyai daya tarik yang mempesona, sehingga orang yang mendengarkannya dapat mengerti dan perasaannya tergugah.

Jadi, retorika bukan sembarang kemampuan berbicara saja, tapi bagaimana bicara tersebut bisa menggerakkan seseorang atau orang dalam jumlah banyak.

Tujuan dan Fungsi Retorika

Mengutip makalah Bentuk dan Penggunaan Retorika di dalam Teologi Kitab-kitab Injil oleh IAKN Toraja, retorika memiliki tujuan untuk mempersuasi. Retorika kemudian menjadi ilmu sejak abad ke-4 SM yang dirumuskan oleh Aristoteles. Berikut tujuan retorika selengkapnya.

Meyakinkan para pendengar akan suatu kebenaran dari satu topik yang dibicarakan.

Membina rasa saling pengertian yang mengembangkan kerja sama untuk menumbuhkan kedamaian dalam setiap kehidupan bermasyarakat melalui kegiatan bertutur.

Sementara itu, fungsi retorika adalah untuk mempersiapkan sarana yang baik dalam menyediakan pengetahuan dan bimbingan bagi pembicara, sehingga mereka lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan. Pembicara pun sebaiknya menyampaikan sesuatu sesuai kebenaran dalam beretorika, sebab jika mereka menyampaikan sesuatu yang tidak benar kemudian orang meragukan informasi itu, maka tujuan dan fungsi retorika tidak tercapai.

Jenis-jenis Retorika

Menurut Hendrikus (1993) yang dikutip oleh Dhanik Sulistyarini dan kawan-kawan dalam Buku Ajar Retorika, retorika dibagi menjadi 3 jenis. Yakni monologika, dialogika, dan pembinaan teknik bicara.

1. Monologika

Monologika adalah ilmu berbicara secara monolog, di mana hanya satu orang yang berbicara. Contoh monologika antara lain pidato, kata sambutan, ceramah, deklamasi, dan kuliah.

2. Dialogika

Dialogika adalah ilmu atau seni berbicara secara dialogis, di mana terdapat dua orang atau lebih dalam proses pembicaraan. Contoh dialogika antara lain diskusi, perundingan, tanya jawab, percakapan, dan debat.

3. Pembinaan Teknik Bicara

Jenis lainnya adalah pembinaan teknik bicara di mana perhatian lebih difokuskan pada teknik bernapas, teknik mengucap, bina suara, serta teknik bercerita.

Strategi Penyusunan Retorika

Dhanik Sulistyarini dan kawan-kawan dalam Buku Ajar Retorika mengutip Aristoteles, ada 5 strategi penyusunan retorika. Strategi ini dikenal juga dengan nama The Five Canons of Rhetoric. Berikut penjelasannya.

1. Penemuan Bahan (Invention)

Invention adalah pengembangan dari sebuah argumen yang relevan dengan tujuan pidato. Langkah ini meliputi kemampuan menemukan, mengumpulkan, menganalisis, dan memilih materi yang sesuai untuk pidato. Argumen yang dicari harus dengan rasio, moral, dan afeksi.

2. Penyusunan Bahan atau Materi (Arrangement/Dispotitio)

Bagian ini disebut juga disposisi. Disposisi adalah penataan ide yang akan membantu pendengar memahami hubungan antar ide serta menghindari kebingungan. Penataan yang efektif juga akan menghasilkan pesan yang lebih persuasif.

3. Pemilihan Gaya Bahasa yang Indah (Style/Elocutio)

Bagian ini berfokus pada cara penggunaan bahasa dalam mengekspresikan ide. Style yang efektif akan menghasilkan pesan yang lebih jelas, menarik, dan menggugah. Style juga harus dipilih secara cermat agar tidak menimbulkan mispersepsi oleh pendengar.

4. Mengingat Materi (Memory)

Strategi ini berhubungan dengan kemampuan mengingat apa yang akan dikatakan. Tidak harus dihafalkan kata per kata, tapi pembicara paham apa yang akan disampaikan. Pada masa lampau, langkah ini dilakukan dengan mengingat ide dalam urutan presentasi dan bahasa yang direncanakan. Sedangkan pada masa kini, langkah ini biasanya lebih fokus ke penggunaan catatan atau manuskrip daripada menghafal secara keseluruhan.

5. Penyampaian (Delivery/Pronountiatio)

Bagian terakhir adalah delivery yang melibatkan vokal dan fisik dalam menyampaikan presentasi. Delivery dapat mempengaruhi apakah pendengar menerima dan memperhatikan ide yang disampaikan atau tidak. Pesan yang lemah pun, jika delivery-nya kuat, maka bisa mempengaruhi para pendengar juga.

By Debora Danisa Kurniasih Perdana Sitanggang - DetikBali

2. Mengatasi kegugupan

Cara Mengatasi Gugup Ketika Public SpeakingHai Smart People, seperti yang kita tahu, public speaking adalah kemampuan yang wajib dimiliki karena sangat berguna untuk siapa pun dan bidang pekerjaan apa pun. Di dunia kerja, memiliki kemampuan public speaking yang baik dapat menjadi nilai tambah  tersendiri.

Sebenarnya, kemampuan public speaking bukan hanya sekadar berani berbicara di depan umum, melainkan bagaimana kita bisa menyampaikan ide/pemikiran kita khususnya secara verbal. Nah, untuk kamu yang ingin bisa memiliki kemampuan public speaking yang baik, beberapa tips berikut bisa kamu coba :

1. Take your time

Ketika tiba waktunya kamu berbicara di depan orang banyak, jangan terburu-buru, take your time untuk mempersiapkan diri. Karena menurut jurnal penelitian yang dilakukan fakultas bahasa dan seni Universitas Negeri Jakarta, 60% orang akan gugup ketika harus berbicara di depan banyak orang. Diam sejenak, tarik nafas dan kontrol pikiranmu. Jika sudah merasa tenang dan terkontrol, coba sapa audiens dengan ramah dan tunjukkan rasa percaya dirimu.

2. Jaga kontak mata dengan audiens

Kontak mata merupakan hal yang perlu diperhatikan saat melakukan public speaking. Melakukan hal ini biasanya membuat gugup, tapi untuk mengantisipasinya kamu bisa coba dengan memandang sisi lain seperti dahi atau batang hidung para audiens. Cara ini cukup efektif mengatasi rasa gugup dan membuatmu fokus ketika melakukan public speaking.

3. Bicara perlahan

Biasanya ketika merasa gugup saat public speaking, orang cenderung untuk berbicara dengan cepat. Tapi hal ini justru malah menghilangkan poin, esensi dan isi dari pembahasan yang disampaikan. Sebelumnya, kamu dapat mencoba melatih dirimu didepan cermin untuk berbicara perlahan dengan intonasi yang tepat.

4. Fokus memberi

Gary Vavynerchuk, seorang pengusaha sekaligus public speaker international, menyatakan jika tujuan utama public speaking adalah untuk menyampaikan informasi. Tidak usah terlalu fokus memikirkan agar audiens sependapat denganmu, yang penting kamu telah memberikan dan menyampaikan informasi atau inspirasi kamu terhadap mereka.

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk melatih dan mengatasi rasa gugup dalam melakukan public speaking. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Public Speaking UTS