PERTEMUAN 11

Persuasi dan Argumentasi 


1. PERSUASI

Setiap orang mampu menyusun teks pidato, tetapi tidak semua orang dapat menyampaikannya dengan penuh kharisma. Terlebih lagi, pidato tersebut belum tentu mampu meyakinkan audiens.
Ada satu teknik yang dapat kamu lakukan, yaitu persuasive speech. Teknik ini akan membantu kamu menyampaikan maksud, meyakinkan audiens, hingga menggerakkan mereka dengan penuh kharisma.
Apa itu Persuasive Speech?
Persuasive speech adalah jenis pidato di mana pembicara memiliki tujuan meyakinkan audiens untuk menerima pandangannya.
Pidato ini disampaikan sedemikian rupa sehingga audiens dapat menerima pandangan tersebut. Keberhasilan persuasive speech dinilai dari apakah audiens bersedia mempertimbangkan argumen si pembicara.
Sales Pitch
Salah satu contoh persuasive speech adalah sales pitch. Pembicara berupaya meyakinkan audiens untuk membeli barang atau jasanya. Jika si pembicara berhasil, audiens akan membeli dagangannya.
Jika audiens tidak membeli, bukan berarti sales pitch tersebut gagal. Terdapat proses persuasi yang harus dilalui. Terkadang audiens harus melewati beberapa tahap sebelum yakin untuk membeli barang atau jasa tersebut.
Tujuan Meyakinkan audiens untuk mengubah pemahaman sehingga dapat menerima sudut pandang baru.
Membuat audiens meyakini atau percaya terhadap sudut pandang pembicara.
Mendorong audiens melakukan tindakan tertentu.

2. ARGUMENTASI


Untuk semakin meyakinkan audiens, kita dapat menyisipkan sejumlah argumen. Pidato semacam ini disebut dengan argumentative speech.
Menyusun argumen memang tidak mudah. Kamu membutuhkan bukti dan contoh logis untuk memperkuat argumen. Untuk mempermudah, kamu dapat mengikuti prinsip berikut.
Apa itu argumen?
Argumen adalah alasan atau kumpulan alasan yang digunakan untuk meyakinkan orang lain bahwa suatu tindakan atau gagasan adalah benar atau salah.
Argumen digunakan dalam esai, pidato, debat, rapat, atau diskusi. Kamu harus dapat mempertahankan argumen tersebut di hadapan orang yang mungkin tidak setuju.
Pidato yang mengandung argumen disebut argumentative speech.
Argumen terdiri dari dua hal, yakni premis dan klaim. Keduanya saling berkaitan.
  1. Klaim adalah pernyataan terhadap posisi si pembicara terkait suatu topik.
  2. Premis adalah hal-hal yang mendukung klaim dalam bentuk contoh, bukti, testimoni, dan semacamnya.
Setelah klaim terbukti, dapat digunakan sebagai premis untuk mendukung klaim berikutnya.
Prinsip menyusun argumentative speech
Perhatikan prinsip berikut agar membuat argumentative speech berhasil.
Tidak berlebihan dalam klaim
Tunjukkan posisimu dengan lugas, tetapi tidak berlebihan. 
Tidak perlu berlebihan menyatakan klaim.
Premis harus dapat diterima audiens
Agar membangun premis yang dapat diterima audiens, pastikan kamu menyertakan bukti yang ada kaitannya dengan topik pembicaraan.
Contohnya kamu membicarakan dua calon presiden yang bersaing dalam pemilu. Untuk meyakinkan audiens, kamu dapat mengutip pidato kampanye kedua calon presiden.
Hal tersebut dapat lebih meyakinkan audiens daripada mengutip pembicaraan orang lain yang tidak berhubungan dengan pemilu.
Pastikan premis dan klaim saling berhubungan
Tunjukkan bahwa premis mendukung klaim yang kamu sampaikan.
Premis harus cukup membuktikan klaim
Pastikan kamu menyediakan cukup banyak premis untuk mendukung klaim yang disampaikan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Public Speaking UTS